Posted by: Funny Wiranata | July 26, 2010

Perilaku Pencarian Informasi

KEBUTUHAN DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI

Rd. Funny mustiksari Elita

Abstract

            Information has been a hot topic until  next century. It become an interesting part on everyone life. However, there are so many misinterpretation on this information in many ways, including how to define it. Sulistyo basuki, on his speech, saying that there are two meaning of information which are either by its definition and its understanding. Definition will only create limitation as written on a dictionary but not describe its characters in detail, for example, information is a word that widely describe a phenomenon in a context where it is applied.

  Pemahaman tentang sifat dasar informasi seringkali dikacaukan dengan kenyataan bahwa kata informasi digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Dilihat dari alur yang terjadi dalam suatu rangkaian informasi, maka informasi merupakan suatu rangkaian sebagai berikut:

 

Peristiwa –> Representasi simbol —>Formulasi —>Data —> Informasi —> knowledge—>Wisdom     

Implikasi dari alur tersebut di atas, maka muncul istilah-istilah:

–          Informasi adalah komoditas

–          Informasi adalah energi

–          Informasi adalah pesan komunikasi

–          Informasi sebagai fakta

–          Informasi sebagai data

–          Informasi sebagai pengetahuan

Informasi sebagai komoditi. Konsep ini mengacu pada sebuah buku, dalam benak seseorang, dalam berkas perusahaan atau statistik. Bila informasi dianggap sebagai komoditas maka informasi seringkali diasumsikan memiliki nilai ekonomi sehingga manajemen ekonomi menjadi penting. Maka muncullah ungkapan seperti “information is power” yang berarti bila seseorang atau badan korporasi memiliki penguasaan atas informasi maka informasi yang dimilikinya akan membantu individu atau badan korporasi mencapai sasarannya. Jadi informasi memungkinkan kontrol atas objek dan manusia

 Informasi sebagai energi. Mereka yang memandang informasi sebagai energi menganggap informasi sebagai maujud fisik terhitungkan, keberadaanya atau ketidakberadaannya dapat diuji berdasarkan eksperimen. Pendapat ini menyatakan bahwa informasi yang dipancarkan atau terikat dalam bentuk energi. Sebagai contoh informasi yang dipancarkan oleh gelombang suara yang berasal dari ketel uap memeri informasi sebagai energi.

 Informasi sebagai pesan  komunikasi. Informasi sering disinonimkan dengan pesan komunikasi. Bila seseorang berkomunikasi dengan orang lain, maka orang yang memprakarsai pertukaran data memberikan atau memancarkan pemahamannya tentang daat ke orang yang menerimanya. Bila data diterima orang lain maka si penerima dikatakan diinformasikan sebagai hasil komunikasi, dikenal pula dengan sebutan transfer informasi. Bila hanya data aktual saja, tidak termasuk maknanya, maka terjadilah transmisi data, lebih mengarah pada rujukan fisik atau gerakan sinyal.

 Informasi sebagai fakta. Informasi seringkali dianggap sama dengan fakta. Hari apa sekarang? Kapan ulang tahun anda? Bila informasi digunakan demikian maka sebenarnya tidak berarti ada penggunaan fakta aktual, walaupun tanggal ulang tahun digunakan  untuk tujuan lain misalnya untuk membeli bunga/kado . Fakta harus ditempatkan dalam konteksnya, jika tidak maka kfakta tetaplah fakta.

 Informasi sebagai data. Kerancuan ini timbul akibat pemahaman tentang fakta dan data. Data merupakan simbol yang ditata menurut ketentuan dan konvensi yang berlaku, misalnya bila kita menyusun huruf dan angka menurut cara tertentu maka huruf dan angka ini menjadi data. Fakta adalah sebuah data atau lebih yang tergabung dalam konteks. Bila kita menganggap data sinonim dengan informasi maka kita membahas informasi tanpa adanya makna atau konteks.

Informasi sebagai pengetahuan. Pengetahuan mengimplikasikan keadaan pemahaman diluar kesadaran. Pengetahuan merupakan kemampuan intelektual untuk meramalkan di luar fakta dan menarik kesimpulan. Pengetahuan harus disimpulkan tidak hanya disadari. Apa yang kita ketahui atau yang kita  pikir sering disebut informasi.

            Dari beberapa pengertian informasi tersebut di atas beberapa bidang ilmu mulai mengukur informasi dari berbagai sudut pandang. Ukuran tersebut berdasarkan atas parameter informasi, yaitu sebagai berikut:

Parameter informasi

  1. Kuantitas informasi. Informasi dapat diukur dalam bentuk jumlah dokumen, hal, huruf dsb.
  2. Isi, makna dari informasi
  3. Struktur, format informasi serta hubungan logisnya dengan sebuah pernyataan
  4. Bahasa, simbol, abjad, kode dan syntax yang mengungkapkan sebagai gagasan
  5. Kualitas, yang merupakan ciri, kelengkapan, ketepatan, relevansi informasi
  6. Waktu, merupakan rentang waktu saat dapat mengambil informasi.

Selanjutnya hubungan antara informasi dengan data dan pengetahuan dijelaskan oleh Teskey (dalam Pendit, 1991: 80-81) sebagai berikut:

  1. Data adalah hasil observasi langsung terhadap suatu kejadian atau keadaan; ia merupakan entitas yang dilengkapi dengan nilai tertentu. Entitas ini merupakan perlambangan yang mewakili objek atau konsep dalam dunia nyata.
  2. Informasi adalah kumpulan data yang terstruktur untuk memperlihatkan adanya hubungan entitas tersebut.
  3. Pengetahuan adalah model yang digunakan manusia untuk memahami dunia, dan dapat diubah-ubah berdasarkan informasi yang diterima oleh pikian manusia.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas, maka informasi dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu: 1. Informasi sebagai bahan mentah yang nyata. 2. Informasi sebagai bahan abstrak yang dilihat isinya.

Informasi dan kebutuhan informasi merupakan suatu istilah yang sukar untuk didefinisikan dan diukur. Kedua istilah tersebut telah menjadi perdebatan panjang (Ford dan Crawford, dalam Pannen, 1990)

Kebutuhan infromasi menurut Lor (dalam Krikelas, 1983:7-8) didefinisikan sebagai suatu permintaan. Dengan kata lain, permintaan dinyatakan sebagai kebutuhan yang nyata. Sejalan dengan pendapat Lor tersebut, Menurut Menzel (dalam Pannen 1990:30) kebutuhan informasi adalah permintaan pemakai yang disadari. Selanjutnya Krikelas menyatakan masalah yang kompleks akan timbul untuk membedakan kapan kebutuhan disadari seseorang dan bagaimana menyatakannya. Kebuuhan yang disadari adalah suatu proses internal dalam diri manusia tersebut, sedangkan bagaimana mengekspresikan kebutuhan tersebut dapat diteliti secara empiris.

Kebutuhan terjadi karena keadaan tidak menentu yang timbul akibat terjadinya kesenjangan atau gap dalam diri manusia antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang dibutuhkannya. Pemakai akan mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya karena adanya kesenjangan tersebut, manusia menggunakan atau berusaha menggunakan berbagai sumber informasi (Chen dan chernon, dalam Pannen 1990: 31). Sumber infromasi digunakan sebab dari sumber-sumber tersebut informasi berasal atau dapat diperoleh. Setelah diperoleh, informasi dapat digunakan untuk bermacam-macam keperluan. Keperluan tersebut menurut Dervin (1986) antara lain:

  1. Untuk mendapatkan ide, pengertian atau gambaran agar dapat melintasi ruang dan waktu.
  2. Untuk mendapatkan kemampuan dan keterampilan (skills)
  3. Agar termotivasi, dapat memulai suatu pekerjaan atau mulai belajar.
  4. Agar dapat membuat situasi lebih baik, atau lebih tenang
  5. Agar menyenangkan, puas dan rileks

Sejalan dengan pendapat tersebut di atas, suatu penelitian tentang penggunaan layanan pengiriman informasi untuk dosen di Minnesota menunjukkan bahwa alasan penggunaan layanan tersebut antara lain adalah untuk mengurangi frustasi, dan menghemat waktu. Ketika pemakai dihadapkan pada masalah kebutuhan informasi, maka mereka cenderung menggunakan layanan pengiriman informasi. Dengan menggunakan layanan informasi tersebut mereka dapat menghemat tenaga dan waktu (Elis dan Hutkins, 1986:69-72)

Kebutuhan dapat dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Wersig (dalam Pendit, 1993:5) menyatakan bahwa segala tindakan manusia didasarkan pada sebuah gambaran tentang lingkungan, pengetahuan, situasi dan tujuan yang ada pada diri manusia. Pendapat Wersig tersebut sesuai dengan pendapat Belkin (1985), yaitu kebutuhan dan perilaku pencarian informasi dapat dipengaruhi oleh bermacam-macam sebab, antara lain latar  belakang sosial, budaya, pendidikan, tujuan yang ada dalam diri manusia tersebut serta lingkungan sosialnya.

Menurut pannen (1990;33) faktor yang paing umum yang mempengaruhi kebutuhan informasi adalah pekerjaan pemakai. Termasuk kegiatan profesi, pekerjaan atau subyek yang diminati, kebiasaan dan lingkungan pekerjaan. Demikian pula penggunaan  informasi juga dipengaruhi oleh berbagai hal. Elia dan Hutkins (1986) dalam survei mereka di dua perpustakaan Minnesota menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara penggunaan layanan pengiriman informasi dengan tingkat pendidikan dosen.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karena ada kesenjangan dalam diri seseorang, maka muncul kebutuhan informasi. Kesenjangan dalam pikiran seseorang tersebut disebut dengan situasi problematik atau masalah. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, manusia akan berusaha mencari dan menggunakan sumber infromasi.

Pencarian informasi menurut Pannen (1990) adalah pencarian dan penggunaan informasi adalah keadaan ketika orang bergerak melewati ruang dan waktu dan menemukan dirinya pada suatu keadaan dimana dia harus menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, melihat suatu fakta, agar dapat mengetahui sesuatu untuk terus bergerak.

Pencarian informasi adalah kegiatan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan informasi. Manusia akan menunjukkan  perilaku pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku pencarian  informasi dimulai ketika seseorang merasa bahwa ada pengetahuan yang dimilikinya saat itu kurang dari pengetahuan yang dibutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut seseorang mencari informasi dengan menggunakan berbagai sumber informasi. Tindakan menggunakan literatur adalah suatu perilaku yang kenyataannya menggambarkan berbagai tujuan (Krikelas, 1983:5-20)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemakai agar dapat mencari dan menggunakan informasi adalah kesadaran mereka akan layanan informasi yang ada di lingkungan mereka (Pringgoadisuryo; Rieger & Anderson dalam Pannen,1990)

Proses pencarian informasi menurut Kuhlthau (1993) dapat dibagi menjadi 6 tahap yaitu: permulaan  (inisiasi, seleksi, eksplorasi, formulasi, koleksi dan presentasi. Kuhlthau menguraikan bahwa pola pencarian informasi sifatnya berjenjang, dimulai dari sesuatu yang tidak jelas, sampai pada tahap kejelasan dari informasi yang dicarinya. Tahap permulaan ditandai dengan kesadaran seseorang akan adanya kebutuhan informasi. Pada tahap inisiasi ini seseorang masih ragu-ragu terhadap inti permasalahannya. Tahap ini muncul pada sat seseorang mesara pengetahuannya masih kurang dari yang dibutuhkannya. Kemudian seseorang akan melakukan pemilihan informasi secara selektif. Tahap ini disebut tahap seleksi. Pada tahap seleksi seseoranga kan merasa siap untuk memulai penelusuran. Setelah tahap seleksi, tahap beikutnya adalah tahap eksplorasi atau tahap penjelajahan. Tahap ini sering merupakan tahap yang paling sulit bagi pemakai dan perantara (intermediary) atau petugas lembaga informasi. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan pemakai untuk menyatakan dengan tepat mengenai informasi yang dibutuhkannya. Tahap berikutnya adalah tahap formulasi, pada tahap ini perasaan tidak pasti mulai mengikis, kepercayaan diri mulai meningkat. Pola pikir mereka menjadi lebih jelas dan terpusat pada masalah yang ditekuninya. Setelah tahap ini dilampaui, pemakai akan sampai pada tahap koleksi, pada tahap ini interaksi antara pemakai dan sistem informasio menjadi lebih efektif dan efisien. Mereka akan mengumpulkan informasi yang terfokus pada masalah yang dihadapainya. Tahap terakhir adalah tahap presentasi, yang terjadi pada saat tugas melengkapi penelusuran telah selesai. Suatu perasaan puas atau kecewa  akan muncul pada tahap ini.

Proses pencarian informasi menurut Ellis, Cox dan Hall (1993) melalui berberapa tahap yaitu;

  1. Tahap Starting atau permulaan, yaitu tahapan dimulainya kegiatan pencarian informasi.
  2. Chaining atau penghubungan, yaitu tahap dimana seseorang mulai menampakkan kegiatannya dengan mengikuti rantai yang menghubungkan antara bentuk bahan acuan dengan alat penelusuran.
  3. Browsing, ataumerawak, yaitu tahap yang ditandai dengan kegiatan pencarian mulai diarahkan pada bidang yang menjadi minatnya.
  4. Differentiating, atau pembedaan, merupakan tahap dimana pencari informasi mulai menggunakan sumber-sumber yang beraneka ragam untuk menguji kualitas dari informasi yang dibutuhkannya.
  5. Monitoring atau pengawasan, yaitu suatu tahap dimana pencari informasi mulai menyiapkan diri untuk pengembangan lebih lanjut dari pencarian informasi dengan cara memberi perhatian yang lebih serius terhadap sumber-sumber tertentu.
  6. Extracting atau mensarikan, yaitu suatu tahap dimana kegiatan pencarian informasi dilakukan dengan lebih sistematis melalui pengelompokkan bahan-bahan yang menjadi minatnya.
  7. Verifying atau pengujian ketepatan, yaitu tahap dimana pencari informasi mengecek apakah informasi yang didapat tepat atau sesuai dengan minatnya
  8. Ending atau pengakhiran, yaitu tahap dimana pencari infromasi mengakhiri proses kegiatan pencariannya pada saat berakhirnya topik yang ditulisnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Belkin,NJ; Vickery A. 1985.”Interaction in information systems : a review of research from document retrieval to knowledge-based systems’. Library and Information Research report no 35:11-19

Borg, WR;Gall,MD. 1983. Research design and methodology dalam Educational Research: an introduction 4th ed. New York: Longman

 D’Elia G; Hutkins, C. 1986. “Faculty use of document delivery services ; the results of a survey”. Jpournal Academic Library Vol 12 (2): 69-74

 Dervin,B; Nilan,M. 1986. Information Needs and Uses. Annual Review of information Science and Technology, Vol 49 (4): 356-369

 Ellis, David; Cox,Deborah;Hall, Katherine. 1993. “A Comparison of information seeking patterns of researchers in the physical and Social Science” Journal of Documentation, Vol 49(4):356-369

 Kulthau, Carol C. 1991. “Inside the searching process: Information Seeking from the user’s perspective.’ Journal of the American Society and Information Science Vol 42(5):362

 Krikelas,J. 1983. Information seeking behavior: Patterns and concepts. Drexel Library Quartely vol 19(2):5-20

 Pannen, Paulina. 1990. A Study in information seeking and use behaviors of resident students and non residents students in indonesian tertiary education. Disertasi. Syracuse:Syracuse University.

 Vickery,B; Vickery, Alina. 1985. Information Science in theory and parctice. London:Butterworths.


Responses

  1. […] Perilaku Pencarian Informasi (funnymustikasari.wordpress.com) […]

  2. […] Perilaku Pencarian Informasi […]

  3. Bu terimakasih ya tulisannya menarik..🙂

    • sama-sama dik ziah

  4. […] Perilaku Pencarian Informasi (funnymustikasari.wordpress.com) […]

  5. […] Perilaku Pencarian Informasi (funnymustikasari.wordpress.com) […]

  6. syukur aku bisa nemuin blog ibu aku jug neliti itu masalahnya

  7. […] Perilaku Pencarian Informasi (funnymustikasari.wordpress.com) […]

  8. http://rigarixy.blogspot.com/
    untuk tugas Direct Marketing
    riga rixy amalia danty
    210110080132

  9. bu…seneng bs nemu ibu

  10. Awesome website! I haven’t bumped on funnymustikasari.wordpress.com before in my searches!
    Keep up the great work! I think this video might be interesting for your readers: http://www.youtube.com/watch?v=WiHOLMIh0Jo

  11. Great blog! Keep up the good work! If anyone is looking for a way to get a college degree online, here is a link: http://get-online-degree-now.info . Just throwing my 2 cents🙂 Best to all!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: