Untaian rasa (24 Nov 2001)
By R.F.Mustikasari Elita
Kutenggelam di kedalaman rasa…
Kuberdiri di kemurnian hati….
Rasa dan hatiku menyatu dalam kalbu…
Suatu masa kutemui diriku dimasuki cahaya Illahi….
Terang seterang bintang-bintang di langit nan tinggi…
Cerah bak mentari di pagi hari…. akankah ini abadi?
Suatu masa kutemui diriku dalam gelap gulita…. pekat tak kulihat cahaya…
Kuraba-raba….kugapai-gapai…dimanakah kau Cahaya….?
Terangi…sinari….jalanku….
Kusapa wahai mentari….
Kuteriaki bintang-bintang di langit….
Kupanggil kau rembulan dibalik awan….
Datanglah….Kemarilah….Temani aku yang sendirian….
Terlanjur sepi menggerogoti hati….
Suatu masa kutemui diriku dilimpahi kebahagiaan….
Kulihat alam bernyanyi….semuanya menampakkan senyuman
Semua makhluk seakan menyapa…
“wahai dinda yang bahagia….bagilah kebahagiaanmu untuk kami-kami ini”
Suatu masa aku dihimpit derita….
Derita yang satu belum hilang…datang derita yang lain…
Aahh…seakan aku tenggelam dalam samudera derita…
Air mata mengalir dengan deras…tak dapat kubendung…
Walau isakan tangis menghilang, tetes air mata merembes keluar membasahi pipi…
Suatu masa kulihat diriku menangis bahagia….
Suatu masa kulihat senyumku penuh derita….
Masa-masa dalam hidupku…adalah anugerah Illahi
Deritanya..dan bahagianya….semata-mata kasih sayang Illahi….
Hingga aku selalu ingat kepadaNya
Satu tarikan nafasku adalah KehendakNya….
satu gerakan tubuhku adalah KuasaNya…
Setiap yang kulakukan juga harus karenaNya….
Mana bagianku?…Bagianku adalah semua yang ada di jagat ini
Yang bisa kupandangi…kurasai….kuciumi aromanya….kuyakini….kudenga….
dan semua yang bisa kita sadari keberadaannya…
Nikmat apalagi yang kurang? Tak ada lagi ruang untuk mencela
Semua tercipta dengan sempurna…Rahmatan Lil Alamiin
Allah membuat hatiku dekat melalui cahaya keEsaan
Yang menghasilkan cinta ruhani dan kedekatan dalam hati…
Sebab cinta adalah bayangan dari KeEsaan, kedekatan bayangan dari cinta dan keseimbangan dari kedekatan….
That’s miracle of love
Dimana hati merupakan pusat keseimbangan jiwa…
yang akan menjadi seperti tanaman yang tumbuh dari tanah raga dan jiwaku
yang dibesarkan dengan bantuan pandangan ruhaniah dengan sarana air pertobatan, pematangan dan ketulusan….
Subhanallah…..Allahu Akbar….
Aku begitu rindu untuk bertemu denganMu Rab….
Kematian tak berarti bagiku….
Lillahi Ta’ala….Itulah jalan yang kutempuh selama ini…
semoga jalan ini pula yang membawaku kepadaMu untuk kehidupan selanjutNya…
Tak ada alasan yang lain Selain untukMu…
Tak ada jalan yang indah Selain Jalan yang menujuMu
Jalan yang membagi ruang dalam hidupku antara jiwa dan akal…
Jiwaku dan akal kuselaraskan…Tak kan kubiarkan jiwaku melayang…
Tak kan kubiarkan akalku terbang…
Kurengkuh keduanya dalam kesucian hati yang paling dalam…
Menjadikan jiwaku damai dalam rangkulan akal
Terasa diri terangkat ke alam kebenaran….
Sungguh melegakan….dan membebaskan diriku dari belenggu kesalahan…
Akibat kebodohan dan ketidaktahuan….
Damai…damai dihati…..
Membuahkan irama hidup yang harmoni….
Semua berjalan sesuai relung-relungnya…
Nurani mengiringi gerak nafas di diri….
Sel-sel tubuh seakan membersihkan diri secara alami…
Menjadikan raga seakan memancarkan sinaran Illahi yang menerangi makhluk tanpa pilih….entah yang baik maupun yang buruk….
Semua mendapat sinar yang sama…yang membedakan adalah penerimaan diri dari yang disinari…..
Karena sanubari tiap orang berbeda dalam derajat penerimaan cahaya Illahi.
Recent Comments